Selasa, Desember 16, 2014

saat aku memilihmu untuk hidupku



Jujur saat mereka berkata tidak pada “aku dan kamu” dengan tegas aku berkata YA…
Sampai pada pertengahan aku masih tetap memperjuangkanmu Sendiri tanpa kamu menghiraukanya, memang semua salahku, aku yang salah mengapa aku memiliki perasaan cinta terhadapmu yang pada kenyataannya cinta ku tak kunjung terbalas. Aku bertahan sendiri dengan keyakinan suatu hari nanti kamu akan datang dengan sendirinya, tanpa aku yang meminta. Aku bertahan dengan cinta ku yang begitu besar kepadamu, dengan rasa cinta inilah aku menerjang hembusan angin yang kencang, terjangan badai, untuk kamu tau betapa besar perjuanganku untukmu..
Aku selalu berusaha mencari celah untuk dapat melihat mu, untuk melepas semua rasa rindu yang mendalam. Berusaha memberitahu mu lewat sinyal-sinyal yang ku berikan tapi apa  yang ku dapat? Semua NIHIL .. tapi  tidak semudah itu untuk aku mundur, berbagai macam cara ku lakukan untuk dapat melepas semua kerinduan yang ada pada hatiku. Sungguh aku sudah lelah dengan semua ini, aku lelah menunggu mu melihatku disini, aku lelah menantimu datang untukku, aku lelah memberikan semua sinyal-sinyalku untukmu, aku lelah dengan semua orang yang tidak menginginkan kita, aku lelah membuatmu nyaman saat dengan ku, dan aku lelah memperjuangkanmu sendiri. Namun sampai saat ini rasa cintaku yang tak pernah lelah menghadapi sikap dinginmu juga sikapmu yang menganggap aku tak ada dan terlebih sikapmu yang tak memperdulikan aku.  Memang disituasi ini aku yang salah karna perasaanku terlalu besar untukmu, sampai-sampai aku buta,tuli bahakan aku gagu saat membicarakan tentang dirimu yang begitu indah.
Aku yang terlalu bodoh, aku yang terlalu tolol, aku yang terlalu bego karna aku berharap pada harapan yang tak pasti. Yaitu kamu adalah aku, dan aku adalah kamu.  Dan kini ada seseorang yang menyadarkan ku bahwa semua harapanku adalah harapan kosong, akan tetapi sebelum “orang itu” datang aku pun ingin segera melupakanmu namun apa yang ku dapat? Aku malah menyakiti diriku sendiri, menyisaksa jiwa serta ragaku. Hingga aku memutuskan biarlah ini berjalan seperti air. Dan orang itupun sekali lagi mengingatkan bahwa “hati-hati untuk mengharapkan sesuatu takutnya nanti..” sungguh itu kata-kata yang amat sangat menyakikan untukku, rasanya hatiku ingin teriak bahwa aku terlanjur jatuh cinta padamu, dan rasanya hati ku sudah teriris kecil, bahakan hatiku sudah menjadi debu yang siap tertiup angin.
Kalau boleh sekali lagi ku ungkapkan kata-kata ini untukmu akan ku katakana, bahwa kamu adalah orang kedua setelah kedua orang tua ku yang dapat memberikan aku semangat dalam menjalani kehidupan ini dan tau arti dari memperjuangkan. Andai kamu tahu bahwa kamu sangat berarti dalam hidupku mungkin kamu.. yah sudahlah mungkin ini memang sudah waktuya aku melupakan rasa cintaku yang besar kepadamu, melupakan semua perjuangan ku untuk “kamu dan aku”, melupakan semua yang indah saat aku melewatinya bersamamu…
Sekali lagi kamu sangatlah berarti untuk hidupku sekarang dan nanti.  Dan kini akan ku kubur semua tentang dirimu, walau itu akan menyakitkan diriku sendiri, dan akan ku lupakan semuanya. Hingga akan ku mulai hidupku dari awal, dari pertama saat aku tak pernah mengenal dirimu.. 012T

PriarupamanisJ
Wanita tolol yang masih akan memperjuangkanmu
Nanti dalam kebisuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar