Sabtu, April 19, 2014

Melihatnya kembali:-)


Saat yang singkat... 



 Tak  biasanya yang ku niatkan itu terjadi, seperti hari ini. hari dimana aku bisa melihat dirinya secara nyata, melihat rupa manisnya, menatap tajam matanya, mencium harum tubuhnya yang pernah ku rasakan sebelumnya. sebelum dia pergi meninggalkan tempat dimana aku dan dirinya bertemu..

berawal dari tempat aku latihan kerja lapangan, ditempat yang sama pula dia menuntut ilmu. dan disaat aku membutuhkan dua baju praktek untuk berganti tiap harinya. sebenarnya aku agak sedikit sungkan untuk menghubunginya, tapi karna memang aku membutuhkannya ku beranikan diri untuk menghubunginya kembali.
(jum'at)
sedikit ada perasaan pesimis setelah aku menghubunginya, perasaan takut tidak di tanggapi olehnya. tapi ternyata perasaan itu semua sirna setelah kudapati pesan singkat ku dibalas olehnya, memang balasannya sedikit mengecewakan tapi apa boleh buat emang itu nyatanya.

tak berhenti sampai disitu aku berusaha untuk menciptakan percakapan yang lebih olehnya lewat pesan singkat itu. tapi apalah daya dia memang "pria yang dingin" entah dingin sama aku saja atau sama yang lain juga. tapi yang ku tahu saat itu aku merasa sedikit lega, karna dia mau membalas pesan singkatku. aku berusaha untuk tetap bisa bercakap-cakap dengannya sampai akhirnya akhirnya aku meminjam copyan data laporan kepadanya. dia pun menyetujuinnya dan kami membuat perjanjian untuk bertemu (bertemu hanya untuk mengcopy data).

kini malam yang ku tunggu pun hadir, aku pergi berangkat kerumahnya. dijalan aku membayangkan bagaimana nanti ketika aku bertemu dengannya? apa yang harus aku bicarakan? apakah bisa bertemu lama dengannya? sudahlah itu akan terjawab ketika aku sudah bertemu dengannya.

sesampai didepan rumahnya ku ucapkan salam dan memanggil namanya. tak ku sadari didepan rumahnya ada ibunya, aku hanya melontarkan senyum untuk ibunya dan tak lama pria dingin itu keluar dari dalam rumahnya memakai kaos putih polos, celana levis pendek, jam tangan warna hitam ditangan kanannya, dan gaya rambut ala taruna, berpostur tubuh gagah dan agak sedikit aga kurus dari sebelumnya yang terakhir kulihat. saat itu aku merasakan detak jantungku tidak stabil entah karna apa aku pun tak mengerti. sampai dia keluar dan melemparkan senyumannya yang dulu pernah ku lihat dan sampai saat ini masih sangat ku ingat. sedikit meminta flashdisk yang ku punya, tapi sayangnya aku tak membawanya. aku menawarkan untuk disimpan dimemory handphone ku dia pun menyetujuinya..
Rasa gemetar dari ujung kaki ke ujung kepala yang membuatku tak bisa untuk berdekatan dengan dirinya. dengan halus dia memberikan kabel data untuk ku sambungkan ke handphone, saat menyambungkannya pun tanganku bergemetaran tak karuan. 
mungkinkah dia memperhatikan aku? entahlah

setelah ku pasang, dia membuka folder kartu memory ku dan mengcopykan datanya. dan saat itu barulah tercipta pecakapan singkatku dengannya:
 "kalian berapa lama disana?" tanyanya
 "dua bulanan bang" jawab ku dan repon dia pun hanya menganggukan kepala dan sedikit memainkan bibir bawahnya, masih sama seperti apa yang dia lakukan dulu. "kalian ngekos juga?" tanya nya lagi. " kalo saya ngekos bang," jawab ku "didaerah mana?" timpahnya "di asem" responnya pun masih sama seperti apa yang dia lakukan tadi.

setelah selesai mengcopynya, aku pamit untuk pulang. dan dia pun bertanya denga lembut "besok acaranya yah?" aku jawab "iya bang". " dimana?". " duh saya kurang tau bang kalo itu" jawab ku memelas " iya soalnya tetangga saya juga besok" timpahnya dan sambil menunjuk rumah tetangganya. 
setelah itu aku pamit dan menjabat tangannya, rasa tak ingin ku lepaskan saat-saat dimana aku menjabat tangannya. aku merasakan saat itu tangan ku digenggam erat olehnya seakan akan tak ingin dia lepaskan tangan ku, tapi untuk menjaga gengsi ku lepaskan saja tangannya. dia pun juga sama, sama-sama melepaskan...
dan terakhir yang kudengar "hati-hati dijalan".

Dan saat itu saat dimana aku dpat melihat rupa manisnya, tatapan tajam matanya, senyumannya yang dulu pernah ku lihat dan sempat ku simpan dalam memory ingatanku. Dan sampai-sampai aku tak kuat untuk menatap mata tajamnya 


Kutulis untukmu agar kamu mengetahui segala perasaanku
Untukmu 
"Pria Rupa Manis Bersikap Cuek dan Jutek"
Pria dingin membuat penasaran!

Jumat, April 18, 2014

Rindu dirinya

Rinduku padanya....

Pertama ku melihatnya, pertama ku amati rupa wajahnya, ku amati sekecil gerak tubuhnya cara dia berjalan berlari berbicara bahkan cara dia tertawa dan tersenyum kecil pun sangat ku amati. Sampai aku mudah untuk membedakan dirinya dengan temannya yang bisa terlihat 'mirip' dengan dirinya. Mudah sekali aku untuk membayangkan dirinya saat berjalan, berlari, berbicara, bahkan saat iya tersenyumpun aku sangat mudah untuk membayangkannya. dan saat rasa rindu aku pun tak perlu berimajinasi tentang dirinya karna sosok dirinya selalu hadir secara nyata dihidupku saat itu.

Waktu berjalan sangat begitu cepat, bahkan terlalu capat untukku. Sampai akhirnya dia tak terlihat nyata dalam hidupku. Dia harus meninggalkan masa abu-abunya dan melangkah lebih jauh untuk hidupnya dikemudian hari. Rela tak rela ku lihat dirinya yang nyata pergi. Kini saat rinduku padanya aku harus berimajinasi untuk bisa melihat dirinya. Melihat cara dia berlari, berjalan, tertawa, bahkan cara berbicaranya.

Untuk  mu "PriaRupaManisbersikaCuekdanJutek"

Senin, April 14, 2014

Pria rupa manis bersikap cuek dan jutek

      Cerita yang takkan pernah kurasa bosan! Masih saja aku mengaguminya secara diam. Memang tidaklah mudah bagiku untuk meberitahukan semua tentang perasaan ku pada pria itu. Pria yang memiliki style ala taruna, di tambah postur tubuhnya yang padat dan tegap, memiliki tatapan mata yang tajam, memiliki rupa wajah yang manis dan senyuman yang indah itu melengkapi rupa wajah yang tak pernah bosan untuk ku bayangkan. Ingin rasanya sesekali aku membuat dirinya tersenyum. Memang tidaklah gampang, bagaimana ingin membuatnya tersenyum?  Sikap dingin, cuek dan juteknya itulah yang membuat ku sedikit kesulitan untuk membuatnya tersenyum. Tapi dengan sikapnya seperti itu aku merasa tertantang bukan sekedar membuatnya tersenyum akan diriku tapi aku lebih tertantang ingin mengetahui dirinya lebib jauh. Kini pria itu aku juluki sebagai "Pria rupa manis besikap cuek dan jutek"